Sekilas Perusahaan

Berdirinya PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Cirebon tidak dapat dilepaskan dari keberadaan dan perkembangan Pelabuhan Cirebon sendiri. Dimana pada mulanya merupakan pelabuhan kecil yang hanya dapat disandari tongkang. Guna menunjang kelancaran arus perdagangan, pada tahun 1865 pemerintah Kolonial Belanda membangun alur Pelabuhan Cirebon dan pada tahun 1898 diperluas dengan membangun kolam parit, kolam Pabean , kolam I dan satu buah gudang. Sejalan dengan Investasi yang ditanamkan Belanda di Wilayah Cirebon, Seperti Pabrik Gula, rokok BAT dan Perkebunan tebu, maka pada tahun 1919 Pemerintah kolonial belanda membangun kolam II dan beberapa buah gudang. Pada tanggal 11 Maret 1927 diterbitkan surat Keputusan Gubernur Hindia Belanda No 2 tentang Penentuan Batas-Batas dan Daerah Kerja Pelabuhan Cirebon dengan Staatblad No 65 tahun 1927 dan pada waktu itu struktur Organisdasi Pelabuhan Cirebon berada di Pelabuhan Semarang. Selanjutnya pada tahun 1957 Organisasi Pelabuhan Cirebon berada dibawah Pelabuhan Tanjung Priok dengan sebutan Kela Jawatan dan mengalami perubahan pada tahun 1960 menjadi Kela Perwakilan PN, Pelabuhan yang merangkap selaku Penguasa Pelabuhan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1964 Status Oraganisasi Pelabuhan mengalami perubahan menjadi Port Authority selaku badan perintah yang mengkoordinasikan kegiatan operational , sedangkan aspek komersial pengelolaan pelabuhan dilakukan oleh PN Pelabuhan. Sejak tahun 1983, Pengelolan Pelabuhan dibedakan antara Pelabuhan Umum yang diusahakan dan Pelabuhan Umum yang tidak diusahakan sebagaimanan diatur dalam PP No 11 tahun 1983. pengelolaan pelabuhan dibedakan antara Pelabuhan Umum yang diusahakan dan Pelabuhan Umum yang tidak diusahakan. Pengelolaan Pelabuhan umum yang diusahakan, dilakukan oleh Perusahaan Umum(Perum), Perlabuhan I s/d IV , yang selanjutnya berubah stataus berdasarkan Peratauran Pemerintah (PP) No. 57 tahun 1991 menjadi PT(Persero) Pelabuhan Indonesia I s/d IV.

Status Pelabuhan Cirebon sendiri adalah Pelabuhan International, Pelabuhan Samudera dan Pelabuhan Eksport Import yang berarti Pelabuhan Cirebon terbuka untuk kegiatan bongkar muat dari dan keluar negeri atau barang eksport import sehingga dijadikan sebagai penyangga pelabuhan utama Tanjung Priok yang suatu saat akan mencapai batas kemampuannya.

Status sebagai pelabuhan ekspor dan import tersebut sangat mendukung perkembangan perekonomian Jawa Barat yang merupakan sasaran penanaman modal paling besar baik modal asing maupun modal dalam negeri, mengingat propinsi ini memiliki ragam jenis indrustri yang sangat banyak mulai dari indrusti makanan sampai indrusti tekstil, indrustri barang , pertanian , logam mulia, kimia mesin, peralatan, pabrik semen, pupuk. Selain itu juga di sekitar Cirebon sendiri terdapat pabrik semen , pabrik tekstil, makanan ternak, pabrik jala, dan yang paling utama adalah pengrajin rotan.